.
Juragan setir. Diberdayakan oleh Blogger.

Posisi Mata yang Baik pada saat Mengemudi


No comments

Selama duduk di belakang kemudi kendaraan, baik mobil, motor bahkan bus, ketelitian mata sangat krusial bahkan bisa menjadi penentu reflek Anda guna menghindari kecelakaan.
Tidak hanya kepiawaian dalam memperhitungkan jarak yang dibutuhkan seorang pengendara, kepekaan pandangan mata juga penting. Manakala pandangan jeli, Anda dapat memposisikan kendaraan secara tepat sehingga resiko kecelakaan tereduksi.


Toyota.co.id akhir pekan ini, menyebutkan beberapa cara melatih pengelihatan Anda di jalan raya. Apa saja sih? Simak berikut ini :
-  Arahkan pandangan jauh ke depan secara menyeluruh saat kendaraan mulai melaju. Ini bertujuan agar Anda sadar dengan setiap perubahan yang terjadi di badan jalan.
-  Ketika sedang beriringan dengan kendaraan lain, arahkan pandangan mata meluas ke kiri dan ke kanan. Usahakan menghilangkan rintangan yang bisa mengganggu pandangan.
-  Jika Anda berada di persimpangan jalan, arah pandangan harus berpindah. Perhatikan pula pergerakan para pengguna jalan lain di sekeliling Anda.
-  Saat kendaraan bergerak mundur dan hendak belok, pandangan harus mengamati sekitar lokasi yang dituju begitu pula ketika mau memarkir kendaraan.
-  Di tengah daerah yang ramai agar tak mencelakakan pejalan kaki, misalnya, maka cermati titik titik keramaian yang ada. Pastikan jarak aman kendaraan dengan titik itu maupun dengan kendaraan lain.
Pada dasarnya jam terbang alias pengalaman tidak bohong. Semakin sering Anda nyetir di berbagai situasi jalan berbeda, adaptasi yang dilakukan dengan sendirinya akan menambah pengalaman. Salah satu hal terpenting lain untuk mendukung kecermatan mata adalah reflek yang baik dan tidak panik.

sumber : bisnis.com

10 Kesalahan Pengemudi Pemula


No comments


Tak sedikit pengemudi pemula yang mengalami kecelakaan di jalan. Kurangnya pengalaman mengemudi hingga mengabaikan beberapa faktor menjadi penyebabnya.
Selain dua faktor itu, kita juga harus lebih waspada bagi pengemudi pemula atau seorang yang baru bisa mengemudikan mobil. Seperti anak yang masih remaja atau teman yang baru punya SIM maupun teman yang baru lulus sekolah mengemudi.
Memang kecelakaan di jalan raya bisa menghampiri siapa saja, tapi jika beberapa faktor kesalahan pengemudi pemula sudah dicermati sejak awal, pengawasan yang Anda berikan bisa lebih tepat sasaran sekaligus meminimalisasi potensi kecelakaan.
Nah, kami kumpulkan 10 kesalahan umum yang sering dilakukan atau terjadi pada pengemudi pemula.

1. MENGEMUDI TERGESA-GESA
Tergesa-gesa ini bisa diartikan tak sabar sampai tujuan maupun keinginan untuk ngebut. Karena pada awal bisa mengemudi, pengemudi pemula cenderung ingin ngebut. Mengemudi pun jadi agresif. Pada kondisi ini ia rentan terhadap gangguan, dan agresif berarti risiko meningkat. Solusi yang bisa diambil adalah waktu berangkat lebih awal. Serta mengingatkan terhadap berbagai risiko ngebut di jalan.

2. TERLALU BANYAK GANGUAN
Menyetel musik terlalu keras, hingga tak mampu mendengar suara dari luar seperti klakson dan lainnya meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu, berbicara ramai atau bercanda dengan teman, terlalu banyak menelepon dan sibuk dengan pesan singkat atau mencari CD menjadi hal umum dilakukan pengemudi remaja.

3 MUDAH PANIK
Karena belum memiliki banyak pengalaman, ketika menjumpai suatu kondisi di jalan semisal ban mobil tiba-tiba kempis, yang muncul adalahpanik. Dalam kondisi panik, otomatis pengendalian kendaraan menjadi salah atau malah terabaikan. Sulit untuk berpikir jernih dalam mengambil keputusan pada kondisi seperti itu.

4. POSISI DUDUK TERLALU SANTAI ATAU TEGAK
Tak semua pengemudi bisa memperoleh posisi duduk ideal. Namun kondisi makin runyam ketika pengemudi pemula justru mencari posisi mengemudi santai. Misalnya sandaran jok terlalu rebah dan jauh dari setir. Respons terhadap kondisi darurat jelas menurun drastis. Seatbelt pun tak terpasang sempurna di badan. Sebaliknya duduk terlampau tegak dan dekat dengan setir akan meminimalisasi pandangan. Selain tak nyaman, sulit melakukan kontrol terhadap kemudi dan mengantisipasi kondisi yang terjadi di sekitar mobil.

5. MENARUH BARANG SEMBARANGAN
Tak sedikit pengemudi yang meletakkan barang bawaan di mobil secara sembarangan. Mulai dari buku, tas, hiasan kabin hingga barang yang berat. Selain mengganggu fokus mengemudi, bukan tak mungkin, ketika membutuhkan pengereman mendadak, bisa membuat barang-barang itu terlempar mengenai pengemudi atau menghalangi proses pengendalian kendaraan.

6. MENGANTUK ATAU MABUK
Poin ini sebenarnya penyebab klasik terjadinya kecelakaan di jalan. Baik mengantuk atau mabuk jelas menurunkan kewaspadaan pengemudi terhadap apa yang dilakukannya. Waktu untuk bereaksi terhadap suatu kondisi pun menurun. Dan hal ini tak hanya membahayakan dirinya, tapi juga orang lain.

7. MELEBIHI KAPASITAS PENUMPANG ATAU MOBIL
Pengemudi pemula seringkali mengabaikan kapasitas maksimum yang dimiliki mobilnya. Misalnya kapasitas mobil hanya untuk 5 orang, tapi dipaksa memuat 7 orang. Sebuah studi dilakukan John Hopkins University di Amerika menyatakan, berkendara dengan 2 orang di dalam mobil, bagi pengemudi pemula dengan usia 16 tahun lebih berisiko daripada mengendarai mobil sendiri. Begitupun jika berkendara dengan 3 orang, risiko kecelakaannya meningkat 3 kali lipat.

8. MENGAMBIL LANGKAH BERESIKO TINGGI
Mengabaikan rambu lalu lintas, pindah jalur tanpa memberi tanda adalah beberapa perilaku mengemudi yang berisiko tinggi dan langkah ini bisa dianggap sengaja diambil.

9. TERLALU DEKAT DENGAN MOBIL DI DEPAN
Pada kecepatan 100 km/ jam, sebuah mobil memerlukan jarak pengereman sekitar 36-40 meter hingga berhenti total. Kebanyakan pengemudi tak sadar akan hal ini. Dengan dekatnya jarak dengan mobil di depan, tak memberi ruang bagi pengemudi untuk mengerem maupun bermanuver menghindar.

10. MOBIL TIDAK DIRAWAT
Perawatan mobil sangatlah penting untuk menjaga kinerja komponen mobil. Umumnya, pengemudi pemula kurang memperhatikan perawatan berkala kendaraannya. Hal itu juga mencakup pengecekan tekanan ban sebelum berkendara.
sumber : autobild.co.id

Prosedur Penggantian Sim Hilang


No comments

Otosia.com - Surat izin mengemudi (SIM) merupakan kelengkapan administrasi  penting saat berkendara, baik untuk roda dua dan empat. Kadang disebabkan kelalaian SIM juga bisa hilang atau rusak sebelum masa berlaku habis. Hilangnya SIM bisa karena kelalaian kita dalam menaruh benda tersebut atau yang lainya.
Kemudian kerusakan SIM biasanya karena seringnya tergesek baik di kantong atau dompet yang berdampak warna dan tulisan SIM memudar. Hal ini berakibat pada tidak terbacanya data indentitas yang tertulis dalam SIM.
Apabila kedapatan SIM kita rusak, hilang atau tidak terbaca lagi maka harus mengajukan permohonan SIM baru. Pemohon penggantian SIM diajukan kepada Satuan Pelaksana penerbitan SIM (Satpas) setempat. Pengurusan SIM ini tidak terlalu sulit dan tidak perlu melakukan test tertulis atau praktek kembali.
Divisi Humas Mabes Polri memberikan sosialisasi pengurusan SIM tersebut untuk diketahui publik. Untuk syarat dan prosedur sebagaimana yang di kutip dari Home Page FB Humas Mabes Polri, Rabu (13/2).
Persyaratan untuk mengurus SIM yang hilang :
1. Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) yang masih berlaku.
2. Fotokopi SIM yang hilang (bila ada).
3. Keterangan hilang dari Polsek setempat.
Prosedur untuk mengurus SIM yang hilang :
1. Mengurus Surat Keterangan Kesehatan di Bagian Pemeriksaan Kesehatan.
2. Mengisi Formulir Pendaftaran di Loket SIM Hilang.
3. Mengurus AKDP (Asuransi Kecelakaan Diri Pengemudi) di Loket Asuransi.
3. Mendaftarkan diri di Loket Pendaftaran. Semua persyaratan tersebut di atas diserahkan ke Loket Pendaftaran kemudian pemohon akan menerima tanda bukti untuk pengambilan SIM.
4. Pengambilan Foto diri Pemohon untuk SIM, yaitu pengambilan Foto, Sidik Jari, dan konfirmasi data pribadi yang tercantum di Formulir Pendaftaran.
5. Pengambilan SIM dengan menggunakan tanda bukti pengambilan SIM.
6. Pengambilan Kartu AKDP dengan menggunakan tanda bukti pengambilan kartu AKDP.

Tindakan Pertama Saat Kecelakaan


No comments

 


Kecelakaan siapa yang mau gan pasti gada tapi kalau emang harus terjadi ya kita hadapi. Betul? Lalu bagaimana tindakan yang sebaiknya kita lakukan kalau kita terjebak situasi tabrakan? Berikut tindakan pertama yang bisa dilakukan sesuai dengan postingan dari Bapak Polisi Kompol Sugeng Sugiono di laman Facebook TMC Polda Metro Jaya.

Sebagai pedoman bagi setiap Individu apabila terlibat dalam suatu kecelakaan lalu lintas, maka tindakan-tindakan yang seyogyanya patut dikerjakan demi terciptanya KAMSELTIBCAR LANTAS (Keamanan, keselamatan, ketertiban & kelancaran lalu lintas) adalah sebagai berikut:

1. Menguasai keadaan atau sikap Apabila akibat yang diderita tidak terlalu parah atau masih cukup sadar, maka sikap yang diambil adalah :
A. Jangan panik atau emosi dan bersikap tenang dan waspada, sebab panik atau emosi justru akan memperburuk keadaan.

B. Jangan menyalahkan orang lain. Setelah terjadi kecelakaan sering kali terjadi dimana salah satu pihak iingin benar sendiri, sikap demikian tidak benar malah mempersulit pemeriksaan atau penyidikan Petugas.

C. Jangan melarikan diri, sekalipun dalam kecelakaan itu terdapat korban jiwa, apakah merasa bersalah dan lain alasan.

D. Karena disamping perbuatan ini dinilai pengecut atau tidak bertanggung jawab juga akan mengakibatkan memperberat diri sendiri dalam hukuman yang sebenarnya tidak perlu dikenakan kepadanya.

E. Seandainya terpaksa harus melarikan diri karena keadaan (menghindari pengeroyokan), maka tempat berlindung yang paling aman adalah Kantor Pejabat Keamanan terdekat atau Kantor Polisi.

F. Mengamankan tempat kejadian merupakan langkah yang sangat baik dalam usaha pengusutan dan penentuan kondisi yang sebenarnya dari kejadian tersebut, misalnya: mematikan mesin kendaraan & menimbun dengan pasir tumpahan bahan bakar yang ada.

2. Pertolongan.
Kalau anda cukup sadar dan dapat memberikan pertolongan kepada korban lain ini merupakan tindakan yang sangat mulia, segera pada kesempatan pertama membawa korban ke Rumah Sakit.

3. Menghubungi Petugas.
A. Menghubungi Petugas dengan alat perhubungan/alat komunikasi yang ada/terdekat dengan memberitahukan apa yang terjadi dan lokasinya. (TMC Polda Metro: 021-52960770)

B. Serahkan pada Petugas yang hadir pertama kali di lokasi kejadian segala apa yang diperlukan dan ceritakan dari awal sampai akhir kejadian tersebut, jawab pertanyaan yang diajukan dengan sejujur-jujurnya dan ikuti petunjuk/perintah Petugas lebih lanjut.

C. Memindahkan kendaraan dilakukan setelah diketahui oleh Petugas atau bila menetapkan kedudukan/letak kendaraan tersebut saudara kerjakan dengan menggunakan benda yang tidak mudah terhapus.